Fitur Peralatan
Perangkat ini dirancang secara unik, mudah dioperasikan, membutuhkan lahan yang kecil, memiliki kecepatan produksi tinggi, serta menghasilkan output yang besar. Proses produksinya ilmiah dan rasional, sehingga dapat menggantikan peralatan pembuatan blok gipsum metode tuang. Berbagai indikator kinerja produknya pun lebih unggul dibandingkan produk yang diproduksi dengan metode tuang.
Mode pencampuran yang unik, penambahan air secara cerdas melalui atomisasi sekunder. Sistem penyebaran material yang akurat, koordinasi antara rasio kompresi dan tekanan, kontrol listrik pintar dengan satu tombol untuk memulai, operasi bertekanan tinggi yang senyap, tidak perlu proses pengeringan, serta penumpukan dan pengambilan bata otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Analisis Perbandingan Antara Blok Gipsum Hasil Pembentukan Metode Setengah Kering dan Blok Batu Gipsum Tradisional
Blok batu gipsum tradisional umumnya diproduksi dengan metode tuang. Cara produksi ini memiliki rasio air–semen yang tinggi, siklus pengeringan yang panjang, serta biaya yang relatif tinggi. Hal ini tidak mendukung produksi skala besar dan berkesinambungan dari produk gipsum, sehingga sulit memenuhi kebutuhan proyek konstruksi, apalagi menyesuaikan diri dengan pemanfaatan massal limbah industri berupa batu gipsum. Meskipun densitas padat hasil pengerasan gipsum dari metode tuang relatif ringan, namun siklus pengeringannya lama, kekerasan rendah, kekuatan juga lemah, tingkat kerusakan saat penanganan tinggi, serta tingkat penerimaan pasar yang rendah. Faktor-faktor tersebut sangat menghambat perkembangan pemanfaatan batu gipsum sebagai bahan bangunan, sekaligus menyebabkan tingkat pemanfaatan sumber daya batu gipsum secara keseluruhan masih rendah, sehingga tidak mendukung peningkatan kapasitas penyerapan batu gipsum maupun efisiensi ekonomi industri terkait. Oleh karena itu, menurunkan rasio air–semen, mengurangi biaya pengeringan, mempersingkat siklus produksi, meningkatkan kekuatan dan kualitas produk, serta memperluas penerimaan pasar, merupakan cita-cita dan tujuan utama para produsen. Dalam produksi blok gipsum metode setengah kering, bahan utamanya adalah batu bangunan, ditambah sedikit aditif khusus yang dikembangkan oleh Qisheng. Aditif khusus ini mampu mengatur reaksi hidrasi dan pembentukan inti kristal pada batu bangunan, sehingga setelah dibentuk dengan pola pencetakan yang unik, ikatan hidrogen dan inti kristal dalam reaksi hidrasi saling bekerja sama, meningkatkan kekuatan blok gipsum hingga jauh melampaui standar JC/T698-2010. Kunci teknologi blok gipsum metode setengah kering terletak pada penurunan rasio air–semen menjadi sekitar 30%. Dengan demikian, reaksi hidrasi berlangsung lebih intens dibandingkan metode tuang tradisional, suhu juga lebih tinggi sekitar 10 derajat, sehingga siklus pengeringan dapat dipersingkat secara signifikan. Selama proses ini, melalui penambahan aditif, dilakukan pengaturan kristal, dispersi, dan homogenisasi, guna memastikan reaksi hidrasi berlangsung normal dan optimal. Teknologi produksi setengah kering dengan rasio air–semen yang lebih rendah ini memungkinkan produk gipsum yang dihasilkan langsung dapat dikemas dan disimpan atau dikeluarkan dari pabrik tanpa perlu proses pengeringan atau penjemuran, sehingga siklus produksi dan biaya produksi blok batu gipsum menjadi jauh lebih singkat. Di samping itu, keberhasilan pengembangan aditif HF membuat bahan pengikat gipsum memiliki fungsi utama seperti pengaturan kristal, pengaturan konsistensi, dispersi, dan perlindungan, sehingga dapat menyesuaikan proporsi sesuai kebutuhan produksi dan kinerja. Produk gipsum hasil metode setengah kering memiliki kinerja yang unggul, biaya yang rendah, serta membuka ruang pengembangan yang lebih luas bagi produk berbasis batu gipsum. Ruang lingkup aplikasinya pun cukup luas, misalnya berbagai jenis bata standar, bata berongga, panel strip kombinasi, papan tahan api, papan gipsum berlapis kertas, dan lain-lain. Karena metode setengah kering memanfaatkan mekanisme pengerasan gipsum melalui hidrasi, serta berhasil melampaui konsep kebutuhan air yang ditentukan oleh metode tuang, maka di masa depan teknologi ini kemungkinan akan diterapkan pada pembuatan inti lantai anti-statis berbasis gipsum serta berbagai jenis material pengerasan gipsum lainnya, dengan prospek pengembangan yang sangat luas.
Mesin Pengaduk Khusus
Mesin pengaduk ini menggunakan teknologi Jerman, dengan transmisi keseluruhan yang stabil, efisiensi pengadukan tinggi, tingkat homogenitas pengadukan yang sangat baik (tanpa sudut mati), sistem penyegelan unik yang mencegah kebocoran material, ketahanan yang kuat, pembersihan internal yang mudah, serta ruang perawatan yang luas.

Fitur Kinerja Blok Gipsum Metode Setengah Kering
Rasio rongga 52%, densitas aktual <760 kg/m³, beban patah >5000 N, kekuatan tekan >5 MPa, koefisien pelunakan >0,7.
